Menumbing

Menumbing

Jumat, 11 Februari 2011














Mendaki Bukit Pesanggrahan Menumbing dari kaki Bukit smpai k'atas Bukit ma My Friends ADVENTURE.

Tempat dimna Bung Karno dan Bung Hatta dgn para tokoh pahlawan INDONESIA prnah d'Ungsikan d'Bukit Pesanggrahan Menumbing ini wktu Penjajahan Belanda...

Kamis, 10 Februari 2011

Mentok, Kota Sejarah yang (Nyaris) Terlupakan

Mungkin kalau sekarang ini kita menyebut nama “Mentok” banyak yang bertanya-tanya dan tidak tahu apa itu. Mentok merupakan sebuah kota kecil yang terletak di sebelah barat Pulau Bangka dan merupakan gerbang utama untuk masuk ke Bangka dari daratan Sumatera. Sejak berabad-abad yang lalu Mentok sudah dikenal sebagai kota pelabuhan utama di Pulau Bangka, bahkan nama Mentok sendiri terdaftar di “London Metal Exchange (LME)” sebagai salah satu “brand” logam timah yang diperdagangkan di pasar logam dunia. Tetapi selain dari itu semua banyak yang tidak mengetahui kalau Mentok juga merupakan kota sejarah. Banyak peninggalan bersejarah yang tersimpan di kota ini.
Wisma Ranggam atau dikenal juga dengan nama Pesanggrahan Muntok merupakan saksi bisu perjuangan Bung Karno, Bung Hatta dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia selama masa pengasingan di Bangka pada tahun1948-1949. Dari beberapa ceceran catatan sejarah yang ditemui, Wisma Ranggam pernah dijadikan tempat perundingan UNCI, BFO serta KTN pada 22 Juni 1945. Yang paling monumental adalah penyerahan surat kuasa oleh Presiden RI Ir Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX tentang pengembalian pusat kekuasaan pemerintahan RI ke Jakarta.
Sejarah mencatat, para pemimpin RI mulai diasingkan Belanda ke Muntok pada Desember 1948. Mereka antara lain Bung Hatta, Mr Mohammad Roem, Mr Pringgodigdo, Mr Assa’at, Komodor Suryadarma, dan Ali Sostroamidjoyo. Dua bulan kemudian, tepatnya 6 Februari 1949, menyusul Presiden RI Ir Soekarno serta Menlu H Agus Salim.












PESANGGARAHAN (WISMA RANGGAM): Tempat dimana Persiden Pertama kita Pak SOEKARNO bserta sang  Istri nya Ibu FATMAWATI dan Tokoh" Pahlawan yg dulu Pernah Tinggal d'Tempat ini yg d'Sebut Pesanggrahan/ Wisma ranggam d'MENTOK.

Rabu, 02 Februari 2011

]

Waktu dalam perjalanan mau mneaiki ke Bukit Menumbing.

Sejarh Kota MENTOK.

Sejarah berdirinya Kota Mentok pada tanggal 7 september 1734, oleh Wan Akub atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Israma dari kesultanan Palembang, perintah tersebut merupakan penghargaan sekaligus kepercayaan atas jasa yang diberikan Cik Wan Akub dan keluarganya semasa kejayaan Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Israma, dalam pengasingannya di negeri kelantan, kesultanan johor, dan membantu mengambil alih kekuasaan kesultanan Palembang dari pamannya Sultan Mahmud Kamaruddin Sri Taruna.
Lebih jauh ia menjelaskan, di mana pada saat itu Cik Wan Akub, dianggap mampu mengelola pertambangan timah di pulau bangka pada saat perjalanan menuju palembang dari negeri siantan kesultanan johor, sejarah berdirinya kota mentok berdasarkan sejarah cik wan akub beserta keluarganya, yang dibantu oleh masyarakat punggur dan sukal, untuk mengatur pemerintahan dan mengelola pertambangan timah di pulau bangka, Cik Wan Akub di angkat sebagai penguasa pulau mentok dengan pangkat dan gelar datuk Rangga Setia Agama.
Untuk mengatur masalah keagamaan, di angkat pula Cik wan Abdul Jabar mertua Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Iskrama  sebagai penghulu agama islam dan diberi gelar datuk temanggung prabu krata pemanggala   atau lebih dikenal dengan datuk dalang hakim.
"Sepeninggalan Cik Wan Akub dan Cik Abdul Hayat pemberian gelar terus diberikan  bersamaan dengan pengangkatan penguasa pulau bangka, sesuai dengan perkembangan pemerintahan pulau Bangka dari kesultanan Palembang, bahkan tradisi itu terus berlanjut sampai kepemerintahan  hindia belanda dan sampai saat ini".ungkapnya.
Berdasarkan hasil tersebut bahwa pemberian gelar kehormatan atas kaum bangsawan di kenal di pulau bangka khususnya di kota mentok,  pertama sejak pemerintahan sultan Mahmud Badaruddin Jaya Pratama  kesultanan Palembang tahun 1721 sampai dengan tahun 1756 Masehi, sedangkan kedua pemberian gelar kehormatan atau bangsawan diberikan berdasarkan kebersamaan atas pengangkatan jabatan pemerintahan atau penghargaan. yang terakhir, Pemberian gelar  kehormatan bangsawan dipengaruhi oleh budaya melayu negeri siantan kesultanan johor dan budaya kesultanan Palembang berasal dari kerajaan demak di pulau jawa.