Menumbing

Menumbing

Kamis, 10 Februari 2011

Mentok, Kota Sejarah yang (Nyaris) Terlupakan

Mungkin kalau sekarang ini kita menyebut nama “Mentok” banyak yang bertanya-tanya dan tidak tahu apa itu. Mentok merupakan sebuah kota kecil yang terletak di sebelah barat Pulau Bangka dan merupakan gerbang utama untuk masuk ke Bangka dari daratan Sumatera. Sejak berabad-abad yang lalu Mentok sudah dikenal sebagai kota pelabuhan utama di Pulau Bangka, bahkan nama Mentok sendiri terdaftar di “London Metal Exchange (LME)” sebagai salah satu “brand” logam timah yang diperdagangkan di pasar logam dunia. Tetapi selain dari itu semua banyak yang tidak mengetahui kalau Mentok juga merupakan kota sejarah. Banyak peninggalan bersejarah yang tersimpan di kota ini.
Wisma Ranggam atau dikenal juga dengan nama Pesanggrahan Muntok merupakan saksi bisu perjuangan Bung Karno, Bung Hatta dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia selama masa pengasingan di Bangka pada tahun1948-1949. Dari beberapa ceceran catatan sejarah yang ditemui, Wisma Ranggam pernah dijadikan tempat perundingan UNCI, BFO serta KTN pada 22 Juni 1945. Yang paling monumental adalah penyerahan surat kuasa oleh Presiden RI Ir Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX tentang pengembalian pusat kekuasaan pemerintahan RI ke Jakarta.
Sejarah mencatat, para pemimpin RI mulai diasingkan Belanda ke Muntok pada Desember 1948. Mereka antara lain Bung Hatta, Mr Mohammad Roem, Mr Pringgodigdo, Mr Assa’at, Komodor Suryadarma, dan Ali Sostroamidjoyo. Dua bulan kemudian, tepatnya 6 Februari 1949, menyusul Presiden RI Ir Soekarno serta Menlu H Agus Salim.












PESANGGARAHAN (WISMA RANGGAM): Tempat dimana Persiden Pertama kita Pak SOEKARNO bserta sang  Istri nya Ibu FATMAWATI dan Tokoh" Pahlawan yg dulu Pernah Tinggal d'Tempat ini yg d'Sebut Pesanggrahan/ Wisma ranggam d'MENTOK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar